Referensi Topik Publikasi Jurnal


Dalam sebuah artikel ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan di antaranya adalah referensi buku, riset terdahulu dan data. Ketiga hal tersebut merupakan inti agar sebuah artikel dapat dipertanggung jawabkan. Namun, referensi yang dipilih pun harus dapat dipercaya. Maka dari itu, untuk kepentingan publikasi jurnal yang akan dilakukan berdasarkan penelitian, berikut adalah tabel referensi awal untuk penelitian topik literasi keuangan (investasi).

No
Sumber
Pernyataan
Ket
1
Reilly, F. K. and C. B. Keith. 2012. Investment Analysis & Portofolio Management. 7th ed. The Dryden Press. Orlando.
An investment is the current commitment of resources for a period time in the expectation of receiving future resources that will compensate the investor for (1) the time the resources are commited, (2) the expected rate of inflation, and (3) the risk-uncertainly of the future payments.
(Investasi adalah komitmen saat ini untuk menyimpan dana selama periode waktu tertentu sebagai harapan untuk mendapatkan dana di masa depan sebagai kompensasi investor untuk: (1) waktu selama dana disimpan, (2) tingkat inflasi yang diharapkan, dan (3) risiko dimana tingkat ketidakpastian pembayaran di masa depan.)
1.1
2
Sharpe, W. F., G. J. Alexsander, and Bailey. 1995. Investment. Prentice Hall Inc. New Jersey.
Investasi adalah mengorbankan dollar sekarang untuk dollar di masa depan, sehingga ada dua atribut berbeda yang melekat, yaitu risiko dan waktu. Pengorbanan terjadi saat sekarang dan memiliki kepastian sedangkan hasil baru akan diperoleh dikemudian hari dan besarnya tidak pasti.
1.2
3
Sharpe, W. F., G. J. Alexsander, and Bailey. 1995. Investment. Prentice Hall Inc. New Jersey.
Ada tiga elemen utama di dalam investasi, yaitu: (1) Seku- ritas (surat berharga), berupa instrumen keuangan jangka pendek (kurang dari setahun) terdiri atas Sertifikat Bank Indonesia (SBI), Surat Berharga Pasar Uang (SBPU), Commercial Paper, Promissory Notes, Call Money, Repurchase Agreement,Banker's Acceptance, Treassury Bills dan lain-lain, sedangkan yang termasuk instrumen jangka panjang (lebih dari satu tahun) seperti saham, obligasi, warran, reksadana, opsi. futures, dan lain-lain (2) Pasar Sekuritas, merupakan tempat untuk mempertemukan pembeli dan penjual sekuritas atau tempat untuk mem- perdagangkan aset-aset finansial. Klasifikasi pasar sekuritas berdasarkan periode waktu jatuh tempo meliputi: (a) pasar uang yang menjadi tempat pertemuan antara pemintaan dana jangka pendek dengan penawaran dana jangka pendek (b) pasar modal, yang dirancang untuk investasi jangka panjang (kurun waktu lebih dari satu tahun) (3) Perantara Finansial (lembaga keuangan). Lembaga keuangan merupakan bagian dari sistem keuangan dalam ekonomi modern yang melayani masyarakat pemakai jasa-jasa keuangan. Lembaga ini disebut sebagai perantara finansial karena fungsi pokoknya melakukan intermediasi antara unit defisit dan unit surplus. Contoh lembaga keuangan adaIah bank, perusahaan manajemen investasi (antara lain reksadana) dan perusahaan asuransi.
1.3
4
Jogiyanti. Desember. 1998. Teori Portofolio dan Analisis Investasi. Yogyakarta: BPFE.
Investasi adalah penundaan konsumsi sekarang untuk digunakan di dalam produksi yang efisien selama periode waktu tertentu.
1.4
5
Hariyanto, Farid dan S. Sudomo. 1998. Perangkat dan Teknik Analisis Investasi di Pasar Modal Indonesia. Jakarta: PT. Bursa Efek Jakarta.
Investasi adalah suatu kegiatan menempatkan dana pada satu atau lebih dari satu aset selama periode tertentu dengan harapan dapat memeroleh penghasilan dan untuk meningkatkab nilai investasi.
1.5
6
Danang Sugianto. 2018. Cerita Gaung, Mahasiswa yang Jadi Investor Investor BEI yang ke 1 Juta. detikFinance. https://m.detik.com/finance/bursa-dan-valas/d-3832519/cerita-gaung-mahasiswa-yang-jadi-investor-bei-yang-ke-1-juta (diakses 6 September 2019)
"Saya jadi investor karena saya ambil manajemen investasi. Di mata kuliah itu dosen menganjurkan dan mengajak mahasiswa mendaftar lewat Danareksa Sekuritas," tuturnya di sela-sela acara Perayaan Ulang Tahun KSEI ke-20 di Menara Mandiri, Jakarta, Rabu malam (24/1/2018).
Demi memenuhi perintah dosennya, akhirnya Gaung mendaftarkan diri dengan saldo pembukaan rekening hanya Rp 100 ribu. Akunnya pun baru aktif di akhir 2016.
Sekarang, Gaung berencana menjajal untuk membeli saham dengan tujuan investasi jangka panjang. Berbekal modal tabungan efek sebesar Rp 10 juta dari KSEI, dia berencana untuk membeli saham-saham blue chip.
"Mau beli saham blue chip seperti Unilever dan mungkin perusahaan pangan," tandasnya.
3.1
7
2019. Tips Jadi Mahasiswa Gaul Lewat Investasi. Invesment.
Karakter mahasiswa sebagai investor:
  1. Ambisi (agresif)
  2. Selow (moderat)
  3. Kudet (konservatif)
Tujuan investasi mahasiswa:
  1. Jangka pendek (biaya penelitian dan tugas akhir; wisuda)
  2. Jangka panjang (cadangan sebelum dapat kerja; menikah; beli rumah)
Jenis-jenis instrumen investasi:
1. Deposito 2. Emas 3. Reksa dana 4. Obligasi 5. Saham
3.2
8
Survey Luno bekerjasama dengan Dalia research "The Future of Money". Sumber: cnbcindonesia
Dari 7.000 responden, 1.000 di antaranya milenial Indonesia termasuk mahasiswa menyatakan bahwa 69% tidak punya strategi investasi, 44% berinvestasi 1x dalam 1-2 tahun dan 20% tidak berinvestasi.
3.3
9
Arief, Irvin Avriano. 2019. Top! Harga Emas Antam Ogah Turun dari Rekor Tertingginya. CNBC Indonesia. https://www.cnbcindonesia.com/investment/20190905101725-21-97252/top-harga-emas-antam-ogah-turun-dari-rekor-tertingginya (diakses 6 September 2019)
Rencana penaikan tarif impor Amerika Serikat (AS)-China membuat harga emas yang diproduksi PT Aneka Tambang Tbk. (Antam) bertahan di level tertinggi sepanjang masa Rp 726.000/gram pada perdagangan Kamis ini (5/9/2019).
3.4
10
Astutik, Yuni. 2019. Mau Berinvestasi Sambil Beramal, Ini Caranya!. CNBC Indonesia. https://www.cnbcindonesia.com/investment/20190829161742-21-95727/mau-investasi-sambil-beramal-ini-caranya (diakses pada 6 September 2019)
Investasi dan beramal adalah dua hal yang berbeda. Kini keduanya bisa digabungkan dan tentu saja tanpa mengurangi esensi investasi dan beramal.
IndoSterling Aset Manajemen (IAM) melalui gerakan Investasi Sambil Beramal memberikan fasilitas bagi investor jika tertarik dengan dua hal tersebut. Investor juga bebas memilih, beramal dengan cara seperti apa yang diinginkan.
"Ijinkan saya mempersembahkan 3 yayasan, periode pertama (program) investasi sambil beramal ini," kata Komisaris Utama IAM, Abraham Bastari saat peluncuran Investasi Sambil Beramal di Samisara Ballroom, Sopo Del Tower, Kuningan, Jakarta, Kamis (29/8/2019).
3.5
11
Wahyudewi, Putri. 2017. Ini 9 Trik Jitu Menghemat Duit Bulanan ala anak Kuliahan. IDN Times. https://www.idntimes.com/business/finance/putri-wahyudewi/tips-keuangan-untuk-mahasiswa  (diakses pada 6 September 2019)

Menjadi mahasiswa otomatis kamu akan dituntut untuk menjadi lebih mandiri dari sebelumnya. Kemandirian pun gak hanya akan dilihat dari seberapa rajin kamu merapihkan tempat tidur atau membersihkan kamarmfu. Hal yang paling penting dalam proses pendewasaan tentunya dilihat dari seberapa pandai kamu mengatur keuanganmu sendiri. Gak perlu takut bolak-balik minta uang tambahan dari orang tua di akhir bulan atau sampai berhutang ke teman hingga lupa menabung, kamu bisa menerapkan tips-tips ini biar jadi mahasiswa makmur.
  1. Semuanya soal perencanaan, maka atur budget kamu sedari awal.
  2. Buat kamu yang punya kendaraan pribadi, sebaiknya kurangi pemakaiannya supaya lebih hemat.
  3. Jangan laper mata!
  4. Beli buku kuliahan bisa diatut kok biar lebih hemat.
  5. Manfaatkan statusmu sebagai mahasiswa.
  6. Kurangi menggunakan jasa laundry.
  7. Jika memungkinkan, kamu bisa melakukan pekerjaan demi mendapat uang tambahan.
  8. Kalau kepepet, sebaiknya meminjam uang dengan jumlah sesedikit.
  9. Jangan takut dikira perhitungan.
3.6
12
Miriam Caldwell. 21 Maret 2019. 10 Money Tips for Students Graduating From High School. Thebalance.com – https://goo.gl/DCQ1pT  (diakses pada 6 September 2019)

When you graduate from high school, you have a variety of options available to you. You may be planning on going on to college in the fall or you may be working full-time. You may decide to join the military or you may plan on taking a year off to decide what to do with your life. Your parents may be willing to help you get set up, or you may be expected to shoulder the majority of your expenses on your own. Here are 10 financial tips that should help you no matter what your situation.
  1. Set Up a Budget 
  2. Prioritize Your Spending
  3. Work on Establishing Your Credit
  4. Think About Insurance
  5. Plan for Your Future
  6. Protect Yourself
  7. Make Plans for College
  8. Think About Retirement
  9. Balance Your Checkbook and Use Money Apps
  10. Be Samart with Your Money
3.7
13
Raharjo, Budi. 2019. Pentingnya Milenial Melek Asuransi dan Investasi. Republika https://m.republika.co.id/berita/px0zx5415/pentingnya-milenial-melek-asuransi-dan-investasi  (diakses pada 6 September 2019)

Generasi milenial disarankan melakukan proteksi finansial dengan cara berasuransi dan berinvestasi. Menyisihkan penghasilan untuk kedua hal tersebut lebih penting daripada memenuhi gaya hidup perkotaan.
Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sondang Martha mengatakan, kaum milenial masih kurang melek dalam berinvestasi ataupun membeli proteksi melalui asuransi. Tingkat literasi keuangan generasi milenial pun termasuk rendah. Mereka yang berusia 18-25 tahun memiliki tingkat literasi 32,1 persen. Sedangkan, mereka yang berusia 25-35 memiliki tingkat literasi 33,5 persen.
"Yang beli produk investasi ada 100 orang, tapi yang mengerti hanya 30 orang. Makanya banyak yang terjebak investasi bodong," kata Sondang Martha dalam diskusi yang digelar Republika bekerja sama dengan OJK bertajuk "Pilih Mana: Investasi atau Asuransi?" di Jakarta, Kamis (29/8).
Sondang menyarankan milenial lebih bijak mengatur keuangan. Sebanyak 10 persen dari penghasilan sebaiknya dialokasikan untuk berasuransi ataupun berinvestasi. "Kalau ingin langsung punya dua-duanya, sudah ada produk bernama SiMuda (Simpanan Mahasiswa dan Pemuda), merger antara asuransi dan investasi," kata Sondang.
Direktur & Chief Investment Officer PT Manulife Aset Manajemen Indonesia Ezra Nazula memberikan sejumlah tip untuk memulai berinvestasi. Cara pertama, yakni dengan menabung terlebih dahulu sebelum berbelanja. "Biasanya belanja dulu, kenapa enggak menabung dulu saja? Terima gaji, sisihkan untuk menabung lalu sisanya dibelanjakan," ujar Ezra.

Selain itu, ia menyarankan kalangan milenial berhemat dalam mengonsumsi jajanan. Menurut perhitungannya, seseorang bisa menghemat sekitar Rp 20 ribu per hari jika membuat sarapan sendiri. Dengan begitu, uang yang bisa didapat selama 10 tahun sebesar Rp 73 juta.
Jumlah tersebut akan meningkat apabila dana dari jajan tersebut diinvestasikan di reksa dana. "Untuk produknya, reksa dana dapat menjadi pilihan karena investasi awalnya bisa dimulai dengan Rp 10 ribu," ujar dia.
3.8
14
Sulaiman, Fajar. 2019. OJK Genjot Literasi Keuangan Lewat Aksimuda. Warta Ekonomi. https://m.wartaekonomi.co.id/berita238590/ojk-genjot-literasi-keuangan-pemuda-lewat-aksimuda.html  (diakses pada 6 September 2019)

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berupaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, khususnya di kalangan kaum muda, yang diharapkan bisa menjadi penggerak ekonomi dan program melek keuangan di masyarakat.
Untuk itu, regulator meluncurkan program Aksi Mahasiswa dan Pemuda Indonesia Menabung (Aksimuda) 2019. Pasalnya mahasiswa dan pemuda emiliki potensi besar sebagai penggerak perekonomian Indonesia baik dari segi jumlah populasi, karakter, dan tingkat literasi, serta inklusi keuangan.
"Mahasiswa dan Pemuda Indonesia akan kita dorong terus untuk semakin bagus literasi dan inklusi keuangannya," kata Anggota Dewan Komisioner OJK bidang Edukasi Perlindungan Konsumen Tirta Segara dalam sambutan pada acara Aksimuda 2019 di Auditorium BPPT di Jakarta, Selasa (30/7/2019).
"Kegiatan AKSiMUDA diharapkan memberikan manfaat positif, khususnya dalam perluasan akses keuangan bagi kelompok mahasiswa dan pemuda di seluruh Indonesia, serta mendukung pencapaian target tingkat inklusi keuangan sebesar 75% pada akhir 2019 sebagaimana tercantum dalam SNKI," kata Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso saat membuka acara itu.
Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan OJK pada 2016, pemuda (usia 18-35 tahun) memiliki tingkat literasi dan inklusi keuangan yang relatif lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok usia lainnya secara nasional, yaitu sebesar 32,1% (usia 18-25 tahun) dan 33,5% (usia 26-35 tahun), dan tingkat inklusi keuangan sebesar 70,0% (usia 18-25 tahun) dan 68,4% (usia 26-35 tahun).
3.9
15
Buku Literasi Finansial. Gerakan Literasi Nasional..
http://gln.kemdikbud.go.id/glnsite/buku-literasi-finansial/
Literasi finansial adalah pengetahuan dan kecakapan untuk mengaplikasikan pemahaman tentang konsep dan risiko, keterampilan agar dapat membuat keputusan yang efektif dalam konteks finansial untuk meningkatkan kesejahteraan finansial, baik individu maupun sosial, dan dapat berpartisipasi dalam lingkungan masyarakat. Selain itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga memberikan penekanan mengenai pentingnya inklusi finansial sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari literasi finansial. Pengertian inklusi finansial sendiri adalah sebuah proses yang menjamin kemudahan akses, ketersediaan, dan penggunaan sistem keuangan formal untuk semua individu.
1.6
16
2017. Materi Pendukung Literasi Keuangan. Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.
Berdasarkan hasil penelitian indeks literasi finansial (keuangan), kemampuan literasi finansial masyarakat Indonesia masih tergolong rendah di kawasan Asia tenggara jika dibandingkan dengan negara Malaysia dan Singapura.  Berdasarkan data penelitian yang dilakukan oleh World Bank pada 2015, Indonesia masuk ke peringkat 32 dari seluruh negara di dunia. Bila dibandingkan dengan Singapura, Indonesia jauh tertinggal. Berdasarkan data hasil penelitian Master Card, Singapura merupakan negara yang menduduki urutan pertama dalam literasi finansial, sedangkan Indonesia tidak termasuk ke dalam urutan sepuluh pertama.
1.7
17
-----. 2019. Literasi Tidak Hanya Calistung. Radar Sukabumi. https://radarsukabumi.com/2019/09/09/literasi-tidak-hanya-calistung/ (diakses pada 10 September 2019)

Direktur Jenderal (Dirjen) PAUD dan Pendidikan Masyarakat (Dikmas) Kemendikbud Harris Iskandar mengatakan, literasi tidak hanya cukup membaca, menulis, dan berhitung (calistung). Enam literasi dasar harus dikuasai semua orang dewasa di dunia. Saat ini literasi masih diukur dengan melihat angka buta aksara.
“Untuk literasi digital, leading sector-nya Kementerian Komunikasi dan Informatika. Untuk literasi keuangan, leading sector-nya Otoritas Jasa Keuangan, Bank Indonesia, dan Kementerian Keuangan,” terang Harris dalam peringatan Hari Aksara Indonesia (HAI), Minggu (8/9).
3.10
18
. 2019. Geliat Gerakan Literasi di Sukabumi Nerambah Sekolah-sekolah. Republika.co.id. https://republika.co.id/berita/pw4tal423/geliat-gerakan-literasi-di-sukabumi-merambah-sekolahsekolah (diakses pada 10 September 2019)
"Gerakan literasi ini sebagaimana visi misi wali kota dan wakil semangatnya menjadikan Sukabumi sebagai kota literasi,’’ cetus Fahmi. Untuk mencapainya tidak mungkin bisa dibuat begitu saja. Melainkan dengan pergerakan menghimpum berbagai komunitas dan golongan salah satunya dengan workshop literasi.
3.11
19
.2019. Dorong Literasi Keuangan Pada Perempuan Narada Gandeng PKK. Indopos. ttps://indopos.co.id/read/2019/08/22/188940/dorong-literasi-keuangan-pada-perempuan-narada-gandeng-pkk/ (diakses pada 10 September 2019)

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah gencar menggandeng pelaku usaha jasa keuangan untuk mendorong literasi dan inklusi keuangan yang bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat Indonesia tentang dasar-dasar pengelolaan keuangan dan pentingnya pengelolaan keuangan yang baik.
Hingga akhir tahun 2019, pemerintah menargetkan tingkat inklusi keuangan dimasyarakat mencapai 75 persen. Target tersebut menjadi bagian dari Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI) yang tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2016.
Literasi dan inklusi ini mencakup pentingnya menabung dan berinvestasi, pengenalan berbagai produk dan instrumen keuangan, juga mengenal risiko dan imbal hasil produk keuangan, hingga literasi hak-hak konsumen.
Menurut OJK, pengetahuan yang baik tentang keuangan menjadi kunci peningkatan kesejahteraan masyarakat secara makro, dan dalam jangka panjang dapat menggerakkan roda perekonomian nasional.
Menurut survei nasional OJK di tahun 2016 tingkat literasi dan inklusi perempuan Indonesia hanya mencapai 22,5 persen dan 66,2 persen, lebih rendah dibandingkan dengan tingkat literasi dan inklusi laki-laki di angka 33,2 persen dan 69,6 persen.
3.12
20
Rosandya, Rindi. 2017. Literasi Keuangan Masyarakat Indonesia Meningkat. Harian Ekonomi Neraca http://www.neraca.co.id/article/85788/literasi-keuangan-masyarakat-indonesia-meningkat (diakses pada 10 September 2019)

Anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Kusumaningtuti S. Soetiono memaparkan bahwa indeks literasi keuangan berada di angka 29,66 persen dan indeks inklusi keuangan sebesar 67,82 persen.
Angka ini dikatakan Kusumaningtuti meningkat jika dibandingkan survei terakhir tahun 2013 yang saat itu literasi keuangan 21,84 persen dan indeks inklusi keuangan 59,74 persen. "Dengan demikian ada peningkatan pemahaman keuangan dan akses terhadap produk dan layanan jasa keuangan," kata Kusumaningtuti.
Dia menyatakan, peningkatan ini tidak terlepas dari peran OJK dan industri jasa keuangan (IJK) yang terus gencar mensosialisasikan dan mempermudah persyaratan masyarakat dalam mengakses jasa dan layanan industri keuangan.
Sampai saat ini OJK dan ‎IJK terus mendorong program literasi dan inklusi keuangan agar target indeks inklusi keuangan yang dicanangkan pemerintah sebesar 75 persen pada 2019 dapat tercapai.
Tuti memaparkan survei yang dilakukan ini mencakup 9.680 responden di 34 provinsi yang tersebar di 64 kota/kabupaten di Indonesia dengan mempertimbangkan gender, strata wilayah, umur, pengeluaran, pekerjaan dan tingkat pendidikan.
Survei ini dikatakannya pertama kali juga mengukur tingkat literasi dan inklusi keuangan syariah dimana masing-masing angkanya 8,11 persen dan 11,06 persen. Hasil survei ini juga mencakup indeks literasi dan inklusi keuangan per provinsi, per sektor jasa keuangan baik yang konvensional ataupun syariah. "Dalam hal ini, OJK sesuai amanah UU Nomor 21 tahun 2011 memiliki fungsi mengatur dan mengawasi industri jasa keuangan sekaligus melindungi konsumen, khususnya dalam berinteraksi dengan industri jasa keuangan," kata Kusumaningtuti.
3.13
21
. 2019. Dorong Terus Lierasi dan Inklusi Keuangan di Jabar. https://jabarprov.go.id/index.php/news/30421/OJK_Dorong_Terus_Literasi_dan_Inklusi_Keuangan_di_Jabar (diakses pada 10 September 2019)
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Barat (Jabar) Sarwono mengatakan target inklusi keuangan harus mampu mencapai 75 % pada tahun 2019 mendatang.
“Saat ini baru sekitar 65% jadi masih harus terus didorong inklusi keuangan ini, baik oleh OJK, perbankan dan masyarakatnya sendiri,” ujarnya di acara Festival Bulan Inklusi Keuangan 2018 di kantor pusat Bank BJB, Rabu (24/10).
Selain inklusi, tingkat literasi keuangan juga masih perlu ditingkatkan. Di Jabar, menurutnya, inklusi keuangan baru sekitar 60% atau di bawah nasional, sementara tingkat literasi keuangan masih sebesar 29%.
3.14
22
2016. Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan. OJK https://www.ojk.go.id › PagesPDF survei nasional literasi dan inklusi keuangan 2016 - OJK (diakses pada 10 September 2019)

Profil Responden
GENDER: Laki-laki & Perempuan
STRATA WILAYAH: Perkotaan & Pedesaan
PENDIDIKAN
  • Tidak Sekolah/ Tidak Lulus SD
  • Lulus SD
  • Lulus      SMP
  • Lulus      SMA
  • Perguruan                Tinggi
USIA
  • 15-17     Tahun
  • 18-25     Tahun
  • 26-35     Tahun
  • 36-50     Tahun
  • > 50 Tahun
PEKERJAAN
  • Pengusaha
  • Pegawai dan Profesional
  • Pelajar/Mahasiswa
  • Ibu Rumah Tangga
  • Pensiunan
  • Tidak     Bekerja dan Lainnya
PENGELUARAN
  • Kelas     A             (>Rp1.750.000)
  • Kelas     B                (Rp1.250.001- Rp1.750.000)
  • Kelas     C                (Rp600.001-Rp1.250.000)
  • Kelas     D                (Rp400.001-Rp600.000)
  • Kelas     E                (<Rp400.000)
Hasil Survey Nasional:
2013
  • indeks literasi keuangan: 21.84%
  • indeks inklusi keuangan: 59.74%.
2016
  • indeks literasi keuangan: 29.66%
  • indeks inklusi keuangan: 67.82%.
Hasil Survey Tingkat Provinsi (Jawa Barat):
  • indeks literasi keuangan: 38.70%
  • indeks inklusi keuangan: 68.31%.
Sikap Keuangan Masyarakat Terkait Tujuan Keuangan
  • 49.11% Memenuhi kehidupan sehari-hari
  • 17.68% Bertahan hidup
  • 8.00% Biaya pendidikan anak
Perilaku Keuangan Masyarakat Dalam Mencapai Tujuan Keuangan
  • 75.29% Menabung
  • 42.13% Menyusun Rencana Keuangan
  • 38.36% Bekerja/Mencari Pekerjaan
1.8

Keterangan:
1              = Buku
2              = Riset Terdahulu (Jurnal)
3              = Berita

Tabel di atas akan terus diperbarui hingga komposisi referensi menjadi komposisi yang terbaik melalui revisi yang akan terus dilakukan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Beda Zaman, Beda Cara Berjuang