Referensi Topik Publikasi Jurnal
Dalam sebuah artikel ada beberapa hal penting
yang harus diperhatikan di antaranya adalah referensi buku, riset terdahulu dan
data. Ketiga hal tersebut merupakan inti agar sebuah artikel dapat
dipertanggung jawabkan. Namun, referensi yang dipilih pun harus dapat
dipercaya. Maka dari itu, untuk kepentingan publikasi jurnal yang akan
dilakukan berdasarkan penelitian, berikut adalah tabel referensi awal untuk
penelitian topik literasi keuangan (investasi).
|
No
|
Sumber
|
Pernyataan
|
Ket
|
|
1
|
Reilly, F. K.
and C. B. Keith. 2012. Investment Analysis & Portofolio Management. 7th
ed. The Dryden Press. Orlando.
|
An
investment is the current commitment of resources for a period time in the
expectation of receiving future resources that will compensate the investor
for (1) the time the resources are commited, (2) the expected rate of
inflation, and (3) the risk-uncertainly of the future payments.
(Investasi adalah komitmen saat ini untuk
menyimpan dana selama periode waktu tertentu sebagai harapan untuk
mendapatkan dana di masa depan sebagai kompensasi investor untuk: (1) waktu
selama dana disimpan, (2) tingkat inflasi yang diharapkan, dan (3) risiko
dimana tingkat ketidakpastian pembayaran di masa depan.)
|
1.1
|
|
2
|
Sharpe, W. F.,
G. J. Alexsander, and Bailey. 1995. Investment. Prentice Hall Inc. New
Jersey.
|
Investasi adalah mengorbankan dollar
sekarang untuk dollar di masa depan, sehingga ada dua atribut berbeda yang
melekat, yaitu risiko dan waktu. Pengorbanan terjadi saat sekarang dan
memiliki kepastian sedangkan hasil baru akan diperoleh dikemudian hari dan
besarnya tidak pasti.
|
1.2
|
|
3
|
Sharpe, W. F.,
G. J. Alexsander, and Bailey. 1995. Investment. Prentice Hall Inc. New
Jersey.
|
Ada tiga elemen utama di dalam investasi,
yaitu: (1) Seku- ritas (surat berharga), berupa instrumen keuangan jangka
pendek (kurang dari setahun) terdiri atas Sertifikat Bank Indonesia (SBI),
Surat Berharga Pasar Uang (SBPU), Commercial
Paper, Promissory Notes, Call Money, Repurchase Agreement,Banker's
Acceptance, Treassury Bills dan lain-lain, sedangkan yang termasuk
instrumen jangka panjang (lebih dari satu tahun) seperti saham, obligasi,
warran, reksadana, opsi. futures, dan lain-lain (2) Pasar Sekuritas,
merupakan tempat untuk mempertemukan pembeli dan penjual sekuritas atau
tempat untuk mem- perdagangkan aset-aset finansial. Klasifikasi pasar
sekuritas berdasarkan periode waktu jatuh tempo meliputi: (a) pasar uang yang
menjadi tempat pertemuan antara pemintaan dana jangka pendek dengan penawaran
dana jangka pendek (b) pasar modal, yang dirancang untuk investasi jangka
panjang (kurun waktu lebih dari satu tahun) (3) Perantara Finansial (lembaga
keuangan). Lembaga keuangan merupakan bagian dari sistem keuangan dalam
ekonomi modern yang melayani masyarakat pemakai jasa-jasa keuangan. Lembaga
ini disebut sebagai perantara finansial karena fungsi pokoknya melakukan
intermediasi antara unit defisit dan unit surplus. Contoh lembaga keuangan
adaIah bank, perusahaan manajemen investasi (antara lain reksadana) dan
perusahaan asuransi.
|
1.3
|
|
4
|
Jogiyanti.
Desember. 1998. Teori Portofolio dan Analisis Investasi. Yogyakarta: BPFE.
|
Investasi adalah penundaan konsumsi
sekarang untuk digunakan di dalam produksi yang efisien selama periode waktu
tertentu.
|
1.4
|
|
5
|
Hariyanto, Farid
dan S. Sudomo. 1998. Perangkat dan Teknik Analisis Investasi di Pasar Modal
Indonesia. Jakarta: PT. Bursa Efek Jakarta.
|
Investasi adalah suatu kegiatan
menempatkan dana pada satu atau lebih dari satu aset selama periode tertentu
dengan harapan dapat memeroleh penghasilan dan untuk meningkatkab nilai
investasi.
|
1.5
|
|
6
|
Danang Sugianto.
2018. Cerita Gaung, Mahasiswa yang Jadi Investor Investor BEI yang ke 1 Juta.
detikFinance.
https://m.detik.com/finance/bursa-dan-valas/d-3832519/cerita-gaung-mahasiswa-yang-jadi-investor-bei-yang-ke-1-juta
(diakses 6 September 2019)
|
"Saya jadi investor karena saya
ambil manajemen investasi. Di mata kuliah itu dosen menganjurkan dan mengajak
mahasiswa mendaftar lewat Danareksa Sekuritas," tuturnya di sela-sela
acara Perayaan Ulang Tahun KSEI ke-20 di Menara Mandiri, Jakarta, Rabu malam
(24/1/2018).
Demi memenuhi perintah dosennya, akhirnya
Gaung mendaftarkan diri dengan saldo pembukaan rekening hanya Rp 100 ribu.
Akunnya pun baru aktif di akhir 2016.
Sekarang, Gaung berencana menjajal untuk
membeli saham dengan tujuan investasi jangka panjang. Berbekal modal tabungan
efek sebesar Rp 10 juta dari KSEI, dia berencana untuk membeli saham-saham
blue chip.
"Mau beli saham blue chip seperti
Unilever dan mungkin perusahaan pangan," tandasnya.
|
3.1
|
|
7
|
2019. Tips Jadi
Mahasiswa Gaul Lewat Investasi. Invesment.
|
Karakter mahasiswa sebagai investor:
Tujuan investasi mahasiswa:
Jenis-jenis instrumen investasi:
1. Deposito 2. Emas 3. Reksa dana 4.
Obligasi 5. Saham
|
3.2
|
|
8
|
Survey Luno
bekerjasama dengan Dalia research "The Future of Money". Sumber:
cnbcindonesia
|
Dari 7.000 responden, 1.000 di antaranya
milenial Indonesia termasuk mahasiswa menyatakan bahwa 69% tidak punya
strategi investasi, 44% berinvestasi 1x dalam 1-2 tahun dan 20% tidak
berinvestasi.
|
3.3
|
|
9
|
Arief, Irvin
Avriano. 2019. Top! Harga Emas Antam Ogah Turun dari Rekor Tertingginya. CNBC
Indonesia.
https://www.cnbcindonesia.com/investment/20190905101725-21-97252/top-harga-emas-antam-ogah-turun-dari-rekor-tertingginya
(diakses 6 September 2019)
|
Rencana penaikan tarif impor Amerika
Serikat (AS)-China membuat harga emas yang diproduksi PT Aneka Tambang Tbk.
(Antam) bertahan di level tertinggi sepanjang masa Rp 726.000/gram pada
perdagangan Kamis ini (5/9/2019).
|
3.4
|
|
10
|
Astutik, Yuni.
2019. Mau Berinvestasi Sambil Beramal, Ini Caranya!. CNBC Indonesia.
https://www.cnbcindonesia.com/investment/20190829161742-21-95727/mau-investasi-sambil-beramal-ini-caranya
(diakses pada 6 September 2019)
|
Investasi dan beramal adalah dua hal yang
berbeda. Kini keduanya bisa digabungkan dan tentu saja tanpa mengurangi
esensi investasi dan beramal.
IndoSterling Aset Manajemen (IAM) melalui
gerakan Investasi Sambil Beramal memberikan fasilitas bagi investor jika
tertarik dengan dua hal tersebut. Investor juga bebas memilih, beramal dengan
cara seperti apa yang diinginkan.
"Ijinkan saya mempersembahkan 3
yayasan, periode pertama (program) investasi sambil beramal ini," kata
Komisaris Utama IAM, Abraham Bastari saat peluncuran Investasi Sambil Beramal
di Samisara Ballroom, Sopo Del Tower, Kuningan, Jakarta, Kamis (29/8/2019).
|
3.5
|
|
11
|
Wahyudewi,
Putri. 2017. Ini 9 Trik Jitu Menghemat Duit Bulanan ala anak Kuliahan. IDN
Times.
https://www.idntimes.com/business/finance/putri-wahyudewi/tips-keuangan-untuk-mahasiswa (diakses pada 6 September 2019)
|
Menjadi mahasiswa otomatis kamu akan
dituntut untuk menjadi lebih mandiri dari sebelumnya. Kemandirian pun gak
hanya akan dilihat dari seberapa rajin kamu merapihkan tempat tidur atau
membersihkan kamarmfu. Hal yang paling penting dalam proses pendewasaan
tentunya dilihat dari seberapa pandai kamu mengatur keuanganmu sendiri. Gak
perlu takut bolak-balik minta uang tambahan dari orang tua di akhir bulan
atau sampai berhutang ke teman hingga lupa menabung, kamu bisa menerapkan
tips-tips ini biar jadi mahasiswa makmur.
|
3.6
|
|
12
|
Miriam Caldwell.
21 Maret 2019. 10 Money Tips for Students Graduating From High School.
Thebalance.com – https://goo.gl/DCQ1pT
(diakses pada 6 September 2019)
|
When
you graduate from high school, you have a variety of options available to
you. You may be planning on going on to college in the fall or you may be
working full-time. You may decide to join the military or you may plan on
taking a year off to decide what to do with your life. Your parents may be
willing to help you get set up, or you may be expected to shoulder the
majority of your expenses on your own. Here are 10 financial tips that should
help you no matter what your situation.
|
3.7
|
|
13
|
Raharjo, Budi.
2019. Pentingnya Milenial Melek Asuransi dan Investasi. Republika
https://m.republika.co.id/berita/px0zx5415/pentingnya-milenial-melek-asuransi-dan-investasi (diakses pada 6 September 2019)
|
Generasi milenial disarankan melakukan
proteksi finansial dengan cara berasuransi dan berinvestasi. Menyisihkan
penghasilan untuk kedua hal tersebut lebih penting daripada memenuhi gaya
hidup perkotaan.
Kepala Departemen Literasi dan Inklusi
Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sondang Martha mengatakan, kaum
milenial masih kurang melek dalam berinvestasi ataupun membeli proteksi
melalui asuransi. Tingkat literasi keuangan generasi milenial pun termasuk
rendah. Mereka yang berusia 18-25 tahun memiliki tingkat literasi 32,1
persen. Sedangkan, mereka yang berusia 25-35 memiliki tingkat literasi 33,5
persen.
"Yang beli produk investasi ada 100
orang, tapi yang mengerti hanya 30 orang. Makanya banyak yang terjebak
investasi bodong," kata Sondang Martha dalam diskusi yang digelar
Republika bekerja sama dengan OJK bertajuk "Pilih Mana: Investasi atau
Asuransi?" di Jakarta, Kamis (29/8).
Sondang menyarankan milenial lebih bijak
mengatur keuangan. Sebanyak 10 persen dari penghasilan sebaiknya dialokasikan
untuk berasuransi ataupun berinvestasi. "Kalau ingin langsung punya
dua-duanya, sudah ada produk bernama SiMuda (Simpanan Mahasiswa dan Pemuda),
merger antara asuransi dan investasi," kata Sondang.
Direktur & Chief Investment Officer
PT Manulife Aset Manajemen Indonesia Ezra Nazula memberikan sejumlah tip
untuk memulai berinvestasi. Cara pertama, yakni dengan menabung terlebih
dahulu sebelum berbelanja. "Biasanya belanja dulu, kenapa enggak
menabung dulu saja? Terima gaji, sisihkan untuk menabung lalu sisanya
dibelanjakan," ujar Ezra.
Selain itu, ia menyarankan kalangan
milenial berhemat dalam mengonsumsi jajanan. Menurut perhitungannya,
seseorang bisa menghemat sekitar Rp 20 ribu per hari jika membuat sarapan
sendiri. Dengan begitu, uang yang bisa didapat selama 10 tahun sebesar Rp 73
juta.
Jumlah tersebut akan meningkat apabila
dana dari jajan tersebut diinvestasikan di reksa dana. "Untuk produknya,
reksa dana dapat menjadi pilihan karena investasi awalnya bisa dimulai dengan
Rp 10 ribu," ujar dia.
|
3.8
|
|
14
|
Sulaiman, Fajar.
2019. OJK Genjot Literasi Keuangan Lewat Aksimuda. Warta Ekonomi.
https://m.wartaekonomi.co.id/berita238590/ojk-genjot-literasi-keuangan-pemuda-lewat-aksimuda.html (diakses pada 6 September 2019)
|
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berupaya
meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, khususnya di kalangan kaum muda,
yang diharapkan bisa menjadi penggerak ekonomi dan program melek keuangan di
masyarakat.
Untuk itu, regulator meluncurkan program
Aksi Mahasiswa dan Pemuda Indonesia Menabung (Aksimuda) 2019. Pasalnya
mahasiswa dan pemuda emiliki potensi besar sebagai penggerak perekonomian
Indonesia baik dari segi jumlah populasi, karakter, dan tingkat literasi,
serta inklusi keuangan.
"Mahasiswa dan Pemuda Indonesia akan
kita dorong terus untuk semakin bagus literasi dan inklusi keuangannya,"
kata Anggota Dewan Komisioner OJK bidang Edukasi Perlindungan Konsumen Tirta
Segara dalam sambutan pada acara Aksimuda 2019 di Auditorium BPPT di Jakarta,
Selasa (30/7/2019).
"Kegiatan AKSiMUDA diharapkan
memberikan manfaat positif, khususnya dalam perluasan akses keuangan bagi
kelompok mahasiswa dan pemuda di seluruh Indonesia, serta mendukung
pencapaian target tingkat inklusi keuangan sebesar 75% pada akhir 2019
sebagaimana tercantum dalam SNKI," kata Ketua Dewan Komisioner OJK
Wimboh Santoso saat membuka acara itu.
Berdasarkan hasil Survei Nasional
Literasi dan Inklusi Keuangan OJK pada 2016, pemuda (usia 18-35 tahun)
memiliki tingkat literasi dan inklusi keuangan yang relatif lebih tinggi
dibandingkan dengan kelompok usia lainnya secara nasional, yaitu sebesar
32,1% (usia 18-25 tahun) dan 33,5% (usia 26-35 tahun), dan tingkat inklusi
keuangan sebesar 70,0% (usia 18-25 tahun) dan 68,4% (usia 26-35 tahun).
|
3.9
|
|
15
|
Buku Literasi
Finansial. Gerakan Literasi Nasional..
http://gln.kemdikbud.go.id/glnsite/buku-literasi-finansial/
|
Literasi finansial adalah pengetahuan dan
kecakapan untuk mengaplikasikan pemahaman tentang konsep dan risiko,
keterampilan agar dapat membuat keputusan yang efektif dalam konteks finansial
untuk meningkatkan kesejahteraan finansial, baik individu maupun sosial, dan
dapat berpartisipasi dalam lingkungan masyarakat. Selain itu, Otoritas Jasa
Keuangan (OJK) juga memberikan penekanan mengenai pentingnya inklusi
finansial sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari literasi finansial.
Pengertian inklusi finansial sendiri adalah sebuah proses yang menjamin
kemudahan akses, ketersediaan, dan penggunaan sistem keuangan formal untuk
semua individu.
|
1.6
|
|
16
|
2017. Materi
Pendukung Literasi Keuangan. Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.
|
Berdasarkan hasil penelitian indeks
literasi finansial (keuangan), kemampuan literasi finansial masyarakat
Indonesia masih tergolong rendah di kawasan Asia tenggara jika dibandingkan
dengan negara Malaysia dan Singapura.
Berdasarkan data penelitian yang dilakukan oleh World Bank pada 2015,
Indonesia masuk ke peringkat 32 dari seluruh negara di dunia. Bila
dibandingkan dengan Singapura, Indonesia jauh tertinggal. Berdasarkan data
hasil penelitian Master Card, Singapura merupakan negara yang menduduki
urutan pertama dalam literasi finansial, sedangkan Indonesia tidak termasuk
ke dalam urutan sepuluh pertama.
|
1.7
|
|
17
|
-----. 2019. Literasi Tidak Hanya Calistung. Radar
Sukabumi. https://radarsukabumi.com/2019/09/09/literasi-tidak-hanya-calistung/
(diakses pada 10 September 2019)
|
Direktur
Jenderal (Dirjen) PAUD dan Pendidikan Masyarakat (Dikmas) Kemendikbud Harris
Iskandar mengatakan, literasi tidak hanya cukup membaca, menulis, dan
berhitung (calistung). Enam literasi dasar harus dikuasai semua orang dewasa
di dunia. Saat ini literasi masih diukur dengan melihat angka buta aksara.
“Untuk
literasi digital, leading sector-nya Kementerian Komunikasi dan Informatika.
Untuk literasi keuangan, leading sector-nya Otoritas Jasa Keuangan, Bank
Indonesia, dan Kementerian Keuangan,” terang Harris dalam peringatan Hari
Aksara Indonesia (HAI), Minggu (8/9).
|
3.10
|
|
18
|
. 2019. Geliat Gerakan Literasi di Sukabumi Nerambah
Sekolah-sekolah. Republika.co.id. https://republika.co.id/berita/pw4tal423/geliat-gerakan-literasi-di-sukabumi-merambah-sekolahsekolah
(diakses pada 10 September 2019)
|
"Gerakan
literasi ini sebagaimana visi misi wali kota dan wakil semangatnya menjadikan
Sukabumi sebagai kota literasi,’’ cetus Fahmi. Untuk mencapainya tidak
mungkin bisa dibuat begitu saja. Melainkan dengan pergerakan menghimpum
berbagai komunitas dan golongan salah satunya dengan workshop literasi.
|
3.11
|
|
19
|
.2019. Dorong Literasi Keuangan Pada Perempuan Narada
Gandeng PKK. Indopos. ttps://indopos.co.id/read/2019/08/22/188940/dorong-literasi-keuangan-pada-perempuan-narada-gandeng-pkk/
(diakses pada 10 September 2019)
|
Otoritas
Jasa Keuangan (OJK) tengah gencar menggandeng pelaku usaha jasa keuangan
untuk mendorong literasi dan inklusi keuangan yang bertujuan meningkatkan
pemahaman masyarakat Indonesia tentang dasar-dasar pengelolaan keuangan dan
pentingnya pengelolaan keuangan yang baik.
Hingga
akhir tahun 2019, pemerintah menargetkan tingkat inklusi keuangan
dimasyarakat mencapai 75 persen. Target tersebut menjadi bagian dari Strategi
Nasional Keuangan Inklusif (SNKI) yang tertuang dalam Peraturan Presiden
(Perpres) Nomor 82 Tahun 2016.
Literasi
dan inklusi ini mencakup pentingnya menabung dan berinvestasi, pengenalan
berbagai produk dan instrumen keuangan, juga mengenal risiko dan imbal hasil
produk keuangan, hingga literasi hak-hak konsumen.
Menurut
OJK, pengetahuan yang baik tentang keuangan menjadi kunci peningkatan
kesejahteraan masyarakat secara makro, dan dalam jangka panjang dapat
menggerakkan roda perekonomian nasional.
Menurut
survei nasional OJK di tahun 2016 tingkat literasi dan inklusi perempuan
Indonesia hanya mencapai 22,5 persen dan 66,2 persen, lebih rendah
dibandingkan dengan tingkat literasi dan inklusi laki-laki di angka 33,2
persen dan 69,6 persen.
|
3.12
|
|
20
|
Rosandya, Rindi. 2017. Literasi Keuangan Masyarakat
Indonesia Meningkat. Harian Ekonomi Neraca
http://www.neraca.co.id/article/85788/literasi-keuangan-masyarakat-indonesia-meningkat
(diakses pada 10 September 2019)
|
Anggota
Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Kusumaningtuti S.
Soetiono memaparkan bahwa indeks literasi keuangan berada di angka 29,66
persen dan indeks inklusi keuangan sebesar 67,82 persen.
Angka
ini dikatakan Kusumaningtuti meningkat jika dibandingkan survei terakhir
tahun 2013 yang saat itu literasi keuangan 21,84 persen dan indeks inklusi
keuangan 59,74 persen. "Dengan demikian ada peningkatan pemahaman
keuangan dan akses terhadap produk dan layanan jasa keuangan," kata
Kusumaningtuti.
Dia
menyatakan, peningkatan ini tidak terlepas dari peran OJK dan industri jasa
keuangan (IJK) yang terus gencar mensosialisasikan dan mempermudah
persyaratan masyarakat dalam mengakses jasa dan layanan industri keuangan.
Sampai
saat ini OJK dan IJK terus mendorong program literasi dan inklusi keuangan
agar target indeks inklusi keuangan yang dicanangkan pemerintah sebesar 75
persen pada 2019 dapat tercapai.
Tuti
memaparkan survei yang dilakukan ini mencakup 9.680 responden di 34 provinsi
yang tersebar di 64 kota/kabupaten di Indonesia dengan mempertimbangkan
gender, strata wilayah, umur, pengeluaran, pekerjaan dan tingkat pendidikan.
Survei
ini dikatakannya pertama kali juga mengukur tingkat literasi dan inklusi
keuangan syariah dimana masing-masing angkanya 8,11 persen dan 11,06 persen.
Hasil survei ini juga mencakup indeks literasi dan inklusi keuangan per
provinsi, per sektor jasa keuangan baik yang konvensional ataupun syariah.
"Dalam hal ini, OJK sesuai amanah UU Nomor 21 tahun 2011 memiliki fungsi
mengatur dan mengawasi industri jasa keuangan sekaligus melindungi konsumen,
khususnya dalam berinteraksi dengan industri jasa keuangan," kata
Kusumaningtuti.
|
3.13
|
|
21
|
. 2019. Dorong Terus Lierasi dan Inklusi Keuangan di Jabar.
https://jabarprov.go.id/index.php/news/30421/OJK_Dorong_Terus_Literasi_dan_Inklusi_Keuangan_di_Jabar
(diakses pada 10 September 2019)
|
Kepala
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Barat (Jabar) Sarwono mengatakan target
inklusi keuangan harus mampu mencapai 75 % pada tahun 2019 mendatang.
“Saat
ini baru sekitar 65% jadi masih harus terus didorong inklusi keuangan ini,
baik oleh OJK, perbankan dan masyarakatnya sendiri,” ujarnya di acara
Festival Bulan Inklusi Keuangan 2018 di kantor pusat Bank BJB, Rabu (24/10).
Selain
inklusi, tingkat literasi keuangan juga masih perlu ditingkatkan. Di Jabar,
menurutnya, inklusi keuangan baru sekitar 60% atau di bawah nasional,
sementara tingkat literasi keuangan masih sebesar 29%.
|
3.14
|
|
22
|
2016. Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan. OJK
https://www.ojk.go.id › PagesPDF survei nasional literasi dan inklusi
keuangan 2016 - OJK (diakses pada 10 September 2019)
|
Profil Responden
GENDER:
Laki-laki & Perempuan
STRATA
WILAYAH: Perkotaan & Pedesaan
PENDIDIKAN
USIA
PEKERJAAN
PENGELUARAN
Hasil Survey Nasional:
2013
2016
Hasil Survey Tingkat Provinsi (Jawa
Barat):
Sikap Keuangan Masyarakat Terkait Tujuan
Keuangan
Perilaku Keuangan Masyarakat Dalam
Mencapai Tujuan Keuangan
|
1.8
|
Keterangan:
1 = Buku
2 = Riset Terdahulu
(Jurnal)
3 = Berita
Tabel di atas akan terus
diperbarui hingga komposisi referensi menjadi komposisi yang terbaik melalui
revisi yang akan terus dilakukan.
Komentar
Posting Komentar