About Me

Tulisan pertama di awal bulan September 2019. After years of "ngayal", finally aku posting juga. Aku gatau, tulisan ini bakalan dibaca sama banyak orang atau engga.  Tapi aku yakin tulisan ini bakalan dibaca sama kamu, iya kamu! Kamu yang lagi baca postingan ini. Hahahaha lol
Sebagian besar yang baca postingan ini mungkin orang yang satu lingkungan sama aku dan udah tau sebagian besar tentangku, tapi kali ini aku bakalan kenalin diri aku lagi (secara formal, lol) lewat postingan ini.
Haiiiii aku Gina, nama panjang aku Ginaaaaaaaaaaaa, kalau di KTP namanya Siti Asgina Fauziah. Aku adalah seorang introvert, tapi kalau yang selewat baca tulisan ini mungkin ngiranya aku ekstrovert. But, itu ada benernya dikit! Walaupun seorang introvert, yang aku rasain aku bisa berperan jadi ekstrovert juga di kondisi tertentu selama itu buat aku nyaman salah satunya di dalam dunia tulisan. Keseharian aku mungkin ngebosenin buat kalian, karena aku lagi sering-seringnya nonton sama baca buku. Bukan karna gaada kerjaan (walau kadang2 iya) tapi dari nonton sama baca, bisa ngebantu aku mewujudkan salah satu impian yang ada di list mimpi yaitu keliling dunia, but dengan cara yang berbeda. Tapi tetep ya ambisi untuk ngelilingin permukaan bumi dengan telapak kaki sendiri akan selalu berkobar (bantu doa ya, biar terwujud, amiin). Ngomongin keliling dunia aku kayanya bakalan bikin tulisan terpisah karna aku rasa tujuan aku keliling dunia ga kaya mayoritas orang banyak (pantengin terus ya postingan lanjutannya). 
Sebagian orang mungkin masih ada yang bingung mengenai tujuan hidup, termasuk aku salah satunya (beberapa waktu lalu). Saat ini, aku punya beberapa minat dalam beberapa bidang yang aku yakini bisa mencapai tujuan hidupku yaitu education, life style, languages, & business. Apapun bidang itu intinyasih pengen jadi orang yang bermanfaat untuk siapapun yang ada disekeliling aku and that's right hidup ini salah satunya adalah untuk ibadah sebagai bentuk syukur kepada Allah swt. 
Perspektif orang dalam menggapai tujuan hidup memiliki versinya sendiri, termasuk aku. Kuliah. Yap, kuliah menjadi jalan yang aku pilih untuk mempermudah menggapai impian dan terus bermimpi dan mewujudkannya. Dalam prinsip ekonomi ada yang namanya opportunity cost, biaya kuliah emang mahal, nyita banyak waktu, but dari semua yang kita korbankan tentu ada target yang kita perjuangkan dan selalu ada jalan yang memudahkannya.
Setiap orang tentu ingin belajar di tempat yang mereka impikan berdasarkan alasan tertentu. But, apa yang kita inginkan belum tentu yang terbaik bagi orang-orang di sekeliling kita. Setelah tiga tahun menghabiskan waktu belajar di salah satu kota besar di Indonesia aku harus berbesar hati dan kembali lagi ke daerah karna berbagai macam alasan. Sebelum memutuskan untuk kuliah jurusan Administrasi Bisnis di Institut Manajemen Wiyata Indonesia, awalnya aku sedikit pesimis untuk berkuliah di kampus daerah di kotaku, namun setelah bertemu dengan salah satu dosen sekaligus ketua yayasan tempatku berkuliah (IMWI) pemikiranku mulai berubah. Banyak hal yang aku dapatkan dari sosok beliau salah satunya "Mutiara akan tetap menjadi mutiara sekalipun dia berada di dalam kubangan lumpur". Setelah merenungkan kalimat tersebut aku menjadi malu pada diriku sendiri, aku yang ga mungkin diibaratkan mutiara aja angkuh pada saat itu, namun beliau saja yang layak disebut mutiara semangat untuk membangun kota ini melalui pendidikan dan berkontribusi dalam meningkatkan SDM negri.
Dari salah satu buku yang aku baca ada yang menyatakan bahwa ada baiknya berkuliah di kampus terbaik diberbagai penjuru negri dan dunia, tapi jika orang-orang yang berpendidikan itu tidak kembali ke tempat asal, tempat tersebut akan selalu mengalami kekosongan otak, di mana orang yang terpelajar memilih tidak kembali dan bekerja serta menikmati standar hidup yang tinggi di luar sana dan tempat tersebut akan selalu sama dengan sebelumnya ataupun lambat dalam perkembangannya. Setiap individu memang tidak bisa kita kendalikan, tapi positive thinking harus selalu dilakukan karna kita tidak tahu apa yang akan terjadi pada diri seseorang di masa depan, karna aku percaya setiap orang itu berproses. 
Berbicara masa depan memang tidak ada yang pasti, akan selalu dinamis. Apapun yang akan terjadi di masa depan aku harap akan selalu bisa hidup bahagia dan bermanfaat di manapun berada.
Kayanya tulisannya udah cukup panjang, see you in another tulisan....

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Beda Zaman, Beda Cara Berjuang